mau iklan,klik

Rabu, 17 Agustus 2011

hot vagina

Vagina Gambar vagina beserta bagian-bagiannya. Posisi vagina di rangkaian
sistem reproduksi wanita. Vagina (dari Latin yang makna literalnya
"pelindung" atau
"selongsong") atau puki adalah saluran berbentuk
tabung yang
menghubungkan uterus ke bagian luar tubuh pada mamalia dan marsupilia betina, atau ke kloaka pada burung betina, monotrem, dan beberapa
jenis reptil. Serangga dan beberapa jenis invertebrata juga memiliki vagina, yang merupakan
bagian akhir dari oviduct.
Vagina merupakan alat
reproduksi pada mamalia betina, seperti halnya penis pada mamalia jantan. Cairan vagina Vagina menghasilkan
berbagai macam sekresi
seperti keringat , sebum, dan sekresi dari kelenjar Bartholin dan Skene pada vulva, cairan endometrial,
dan oviductal (yang
berubah sesuai dengan
siklus haid), cervical mucus,
sel exfoliated, dan sekresi
pada dinding vagina itu sendiri, yang dapat
meningkatkan gairah
seksual. Vagina pada
semua wanita
mengeluarkan pyridine,
squalene, urea, asam asetat, asam laktat, alkohol
kompleks (termasuk
kolesterol), glikol
(termasuk propylene
glikol) keton, dan aldehid-
aldehid. Tapi suatu asam kimia lebih detil dalam
pengeluaran vagina
membagi wanita dalam dua kelompok. Semua wanita
menghasilkan asam asetat,
tapi sepertiga dari itu juga
menghasilkan rangkaian
pendek asam aliphatic.
Rangkaian pendek asam aliphatic, yang termasuk
asetik, propionic, isovaleric,
isobutryc, propanoic, dan
asam butanoic. Semua asam
tersebut merupakan
tingkat tajam dari zat kimia yang dihasilkan oleh
spesies primata yang lain sebagai sinyal peraba/
penciuman seksual. Walau
tidak ada satupun yang
pernah membuktikan
peranan asam-asam
tersebut dalam aturan hubungan pada manusia, beberapa peneliti lebih
menganggap ini sebagai
copullins dan pheromones
pada manusia. Bakteri pada vagina Vagina merupakan organ
reproduksi wanita yang
sangat rentan terhadap
infeksi. Hal ini disebabkan
batas antara uretra dengan anus sangat dekat,
sehingga kuman penyakit
seperti jamur, bakteri,
parasit, maupun virus
mudah masuk ke liang
vagina. Untuk itu, wanita harus rajin merawat
kebersihan wilayah
pribadinya ini. Infeksi juga
terjadi karena
terganggunya
kesimbangan ekosistem di vagina. Ekosistem vagina
merupakan lingkaran
kehidupan yang
dipengaruhi oleh dua
unsur utama, yaitu estrogen dan bakteri Lactobacillus atau bakteri
baik. Di sini estrogen
berperan dalam
menentukan kadar zat
gula sebagai simpanan
energi dalam sel tubuh (glikogen). Glikogen
merupakan nutrisi dari
Lactobacillus, yang akan
dimetabolisme untuk
pertumbuhannya. Sisa
metabolisme kemudian menghasilkan asam laktat,
yang menentukan suasana
asam di dalam vagina,
dengan potential Hydrogen
(pH) berkisar 3,8 - 4,2.
Dengan tingkat keasaman ini, Lactobacillus akan
subur dan bakteri patogen
(jahat) akan mati. Di dalam vagina terdapat
berbagai macam bakteri,
95 persen Lactobacillus, 5
persen patogen. Dalam
kondisi ekosistem vagina
seimbang, bakteri patogen tidak akan mengganggu.
Bila keseimbangan itu
terganggu, misalnya
tingkat keasaman
menurun, pertahanan
alamiah juga akan turun, dan rentan mengalami
infeksi.
Ketidakseimbangan
ekosistem vagina
disebabkan banyak faktor.
Di antaranya kontrasepsi oral, penyakit diabetes mellitus, antibiotika, darah haid, cairan sperma, penyemprotan cairan ke
dalam vagina (douching),
dan gangguan hormon
seperti saat pubertas, kehamilan, atau menopause. Ukuran vagina manusia Meskipun ukuran vagina
bermacam-macam pada
wanita, namun ukuran
panjangnya berkisar 6
sampai 7,5 cm (2,5 - 3 inchi)
meliputi dinding anterior, dan 9 cm (3,5 inchi) untuk
panjang yang meliputi dinding posterior. [1] Di saat rangsangan seksual,
ukuran panjang dan lebar vagina akan meningkat. [2] Keelastisan vagina dapat
membantu proses dalam hubungan seksual, dan selain itu membantu saat proses kelahiran

Tidak ada komentar:

Posting Komentar